[RECOMMENDED!] DOCTOR STRANGE, The Time and Space Bender

doctor-strange-posterSebagai penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU) terutama Iron Man, saya sudah khatam cerita tentang Iron Man dan beberapa detail tentang Avengers. Saya hafal perjalanan Tony Stark dari awalnya seorang CEO perusahaan senjata Stark Industries menjadi Iron Man hingga dia mengalami PTSD sejak kejadian di New York dan memilih berada di sisi pemerintah saat Civil War berlangsung. I’m on #TeamIronMan by the way.

Meskipun tidak selancar menceritakan kisah Tony Stark, saya masih bisa me-recall kisah awal Steve Rogers menjadi Captain America hingga harus menjadi buronan pemerintah. Ada beberapa part yang saya lupa di film Captain America 2. Saya harus menonton ulang Winter Soldiers sepertinya.

Realm yang dibawakan MARVEL dalam setiap filmnya selama ini adalah Earth Realm (The Avengers), Asgard Realm (Thor) dan Outer Space Realm (Guardian of The Galaxy) yang semuanya adalah dimensi fisik. Saat MARVEL mengumumkan akan membuat film tentang mystical realm dengan tokoh Doctor Strange, saya langsung mengerenyitkan dahi. Well, saya bukan pembaca komik MARVEL, jadi saya agak ketinggalan informasi tentang superhero yang ada di MARVEL universe.

“After these long stories about physical dimention, how can MARVEL create such a realm with astral things, spirit, supernatural included within?” ini yang terbersit di otak saya tahun lalu. Karena penasaran, saya mengunduh dan membaca beberapa komik tentang Doctor Strange dan langsung drop seketika. Art style-nya jadul! Wajar sih, Strange Tales #110 itu diterbikan pada tahun 1963 bahkan orang tua saya pun belum lahir.

Hal yang membuat saya begitu penasaran tentang Doctor Strange adalah pemerannya aktor favorit saya, BENEDICT CUMBERBATCH! After watching his acting at BBC 1 TV Series: SHERLOCK, I fell in love with him! His acting skill is sooo brilliant! Ditambah lagi peran yang ia bawakan selama ini adalah karakter yang jenius dan sedikit arogan. Sebut saja Sherlock Holmes (SHERLOCK), Julian Assange (The Fifth Estate), Alan Turing (The Imitation Game) dan Khan (Star Trek Into Darkness). Jangan lupa suaranya yang serak-serak seksi bikin eargasm itu juga mengisi suara Smaug dan Necromancer (The Hobbit) dan juga Classified (Penguins of Madagascar). Saya semakin penasaran bagaimana Abang Ben (panggilan sayang untuk dia) menghidupkan karakter seorang Stephen Vincent Strange kepada para jutaan penggemar MARVEL di luar sana.

Berbekal sedikit pengetahuan tentang Doctor Strange, hype yang agak berlebihan dan ekspetasi yang tinggi kepada Ben, saya dan 3 orang teman lainnya langsung membooking 4 tiket Cinemaxx Gold bahkan 2 hari sebelum tayang premiere di Indonesia (26 Oktober 2016). Seharusnya world premiere tanggal 4 November 2016. I think it’s such an honour for Indonesia having early premiere for MARVEL Movies. Jadi bisa menikmati ketampanan dan kharisma Ben lebih dulu tanpa spoiler. Why Cinemaxx Gold? Setelah kejadian ga sengaja nonton X-Men The Apocalypse di sini, saya dan Ka Jeni segera berikrar harus nonton Doctor Strange di sini juga no matter what will happen! Hahaha XD Cinemaxx Gold Seat B is a perfect seat for enjoying a perfect actor.

Berangkatlah 2 orang wanita anggun beserta 2 orang pria bodyguardnya menuju Lippo Ekalokasari Plaza pada Rabu sore. Hmm, apakah film ini bisa membuat terjaga selama 2 jam atau meninabobokan saya seperti di CA2: Civil War kemarin? Let’s see…

Doctor Strange

Menit-menit awal film langsung dihadapkan dengan adegan operasi oleh seorang dokter ganteng yang membuat saya ga konsen makan. Salah memang bawa makan kalau mau nonton Abang Ben. Dengan mata yang terus menatap layar, akhirnya habis juga makan malam saya itu.


Character

Di sini Sherlockish Strange bangeeeet! Sama seperti Sherlock yang hanya menerima kasus menarik, Doctor Strange juga hanya mau menangani kasus operasi yang luar biasa. Cara dia operasi juga sama-sama sengklek out of the box seperti Sherlock menangani kasus. He really enjoyed the case sooo much! Dan dia keukeuh harus banget dipanggil Doctor, ga mau Master ataupun Mister, hampir sama seperti Sherlock yang selalu mendeklarasikan dirinya sebagai High-Functioning Sociopath. Tapi di sini dia ga terlalu nyebelin. Lebih polos dan ga mau repot sebenernya. But still, he is a very handsome-genius man! I can’t imagine Doctor Strange is casted by another actor because Ben potrayed him perfectly!

tumblr_inline_og65hgwlpl1ry9bxx_500

Selain faktor pemerannya, yang membuat saya langsung suka dengan sosok Doctor Strange adalah sifat dan origin story concept-nya yang hampir sama seperti Iron Man. Jenius dan sombong –> kecelakaan –> tobat –> jadi superhero yang jenius.

Rachel McAdams juga dapat memerankan Christine Palmer, kekasih Strange, dengan sangat baik. Saya melihat Palmer di sini sebagai John Watson-nya Strange. Saat adegan Strange memanggil Palmer dari kejauhan untuk menangani The Ancient One, ekspresi “Oh, not again…” Palmer sama seperti John dipanggil Sherlock untuk hal sepele.


Story Plot

The basic idea is so simple. Just like another superheroes story plot: Good vs evil and good is the winner. Tapi untuk perkenalan, story plot-nya pas! Not too much but it’s still too short for me personally. Saya juga menikmati in-jokes film ini. Seperti film Iron Man, more jokes less serious menjadi daya tarik film MARVEL. Sorry Capt, I’m not really into your movies. Emang dasarnya Ben suka ngelucu, jadi pas ajah flow-nya. Without more questions, Ben is going to be the next MARVEL icon after Robert Downey Jr.

tumblr_ogdvjcgte11vk745jo3_500

tumblr_og5f7qvwvi1t3xwtyo1_400

Infinity Stones di film ini adalah The Time Stone, batu berwarna hijau emerald di kalung The Eye of Agamotto. Mempunyai kekuatan mengendalikan waktu bahkan memutar kembali waktu yang sudah berjalan. Strange utterly had no idea about the stone at the first time. Main asal minjem tanpa permisi sih.

doctor-strange-movie-eye-agamotto

Di mana-mana, kekuatan time controller itu memang yang paling absolut dan tak terkalahkan. Tapi itu melanggar takdir dan ketentuan alam, dan pastinya ada konsekuensinya. Mordo menyadari hal itu dan membuat dia hengkang dari perguruan. Oooh, it seems he’ll be the next villain in the next movie. Kebayang dilemanya ga sih Strange harus melawan temennya sendiri yang membimbing dan mengajari dia bertarung? Prepare yourself for Doctor Strange 2!


Scenes

Scene favorit pertama adalah opening scene saat Doctor Strange sedang operasi. Bisa-bisanya dia debat santai tentang sebuah lagu rilis tahun berapa dengan asistennya di tengah operasi. Saat dia mengendarai Lamborghini Huracan silver-nya sambil menerima telepon dari asistennya tentang beberapa kasus operasi mengingatkan saya akan kata-kata yang sering diucapkan Sherlock, “It’s boring! Dull! It was so tedious!” dan memang di sini kerasa banget aura Sherlock-nya.

palmer-strange

Hal yang perlu diacungi jempol adalah NO LIPS KISSING SCENE! Good movie doesn’t always have kissing scene. GREAT! Relationship antara Strange dan Cristine itu unik. They’re in relationship but more likely they’re best friends. Sherlock (Benedict Cumberbatch, SHERLOCK) dan Irene (Rachel McAdams, Sherlock Holmes Movies) memang tidak bisa bersatu di Sherlock Holmes Universe, tapi mereka bisa di universe yang lain.

Karena dia sudah tidak tinggal di apartemen mewahnya lagi dan penjaga York Sanctum sudah mati, Doctor Strange tinggal di Sanctum Sanctorum untuk menjaga kestabilan dimensi mistis dari kota New York.

sanctum-sanctorum


Cinematography

Dari sisi CGI, luar biasa! Pusing! Lumayan membuat muter-muter. Memang benar kata salah satu kritikus di rottentomatoes, menonton film ini seperti mengonsumsi LSD; membuat kita mengawang-ngawang ke dimensi lain. Efeknya yaah kita berdua jadi susah banget untuk pulang mencari parkiran motor, mengalami disorientasi posisi, muter-muter 3x di mall Lippo Ekalokasari.

tumblr_ofxgcywgf61vy4rcio1_1280

Psychedelic visuals yang disajikan memang baru bisa direalisasikan dengan teknologi saat ini. Menunggu puluhan tahun agar Doctor Strange difilmkan memang so worthed it!


Credit Scene

tumblr_o3fn85si0c1u5n1t9o1_500

Semua film MARVEL selalu punya post-credit scene yang sayang untuk dilewatkan. Doctor Strange pun punya 2 credit scenes. Yang pertama adalah pertemuan antara Strange dan Thor. Sepertinya Strange bakal ambil andil di Thor Ragnarok. Setelah bersabar menunggu rolling credit scene yang lama banget itu, ada spoiler tentang Doctor Strange 2, hmmm…

Rating akhir 11/10! Aslinya 9,5 untuk keseluruhan film, -0,5 karena kurang lama, +1 karena Abang Ben ganteng banget di sini!

collar-up-doctor-strange-copy


What are you thinking about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s