TAX AMNESTY DARI TUHAN

indonesia_tax_amnesty_seminar_ec0Sebulan belakangan ini lagi santer dengan yang namanya Tax Amnesty (TA) atau Pengampunan Pajak. TA adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak (WP) meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan. Ribet yah? Yah ini penjelasan dari situs resminya Dirjen Pajak.
.
Bahasa simpelnya, program ini diperuntukan untuk kita-kita, para WP yang ‘cheating’ waktu lapor pajak tahun 2015 kemarin tidak menuliskan secara jujur seluruh harta miliknya di SPT. Dibandingkan harus membayar secara full sesuai peraturan yang dulu, yaitu 30% (Gile, udah kayak cicilan KPR rumah ajah 30% dari gaji), program ini mengampuni para WP yang belum melaporkan itu dengan cara sang WP hanya membayar 2% dari total harta. Yaaah, walaupun 2% ini masih lumayan juga sih bagi saya yang masih berkerah biru ini.

Nah, nanti untuk tahun ini dan seterusnya, jujur saja dalam menulis harta di SPT. TA ini banyak pro dan kontra. Pasti banyak yang bilang, “Percuma bayar pajak, toh ujung-ujungnya dikorupsi juga.” atau “Harusnya yang kena program itu yang orang-orang kaya lah, orang kecil kayak kita punya apa? Udah bayar PBB dan pajak kendaraan setiap tahun masih diporotin juga sama pemerintah? Terus mana realisasi menyejahterakan rakyat?”. Ada lagi “Pendapatan dan harta harus lapor. Kenapa kebutuhan kita juga ga wajib lapor yah? Seperti kebutuhan memiliki pendamping hidup gitu.” Saya tidak mau membicarakan lebih lanjut tentang politik dan pemerintahan, soalnya saya hanyalah remahan-remahan dibanding orang-orang pintar di luar sana. Jadi, yang merupakan kewajiban saya ya, saya lakukan. Urusan uang yang disetor ke negara itu sudah urusan para elit berkerah putih.
.
Nah, secara duniawi penghasilan kita kena pajak, secara agama juga sebenarnya kena ‘pajak’ yang disebut sedekah. Kalau zakat itu 2.5% dari harta, sedekah itu tak terbatas. Fungsi sedekah antara lain dapat menghapus dosa, membawa keberkahan kepada harta dan merasakan dada yang lapang juga hati bahagia.
.
Harta yang kita miliki itu tidak 100% milik kita. Ada beberapa persen adalah hak orang lain yang sebenarnya itu lah hak kita, bisa dibalas di dunia atau menjadi bekal kita di akhirat kelak. Ibarat pajak negara, uang pajak itu sebenarnya dari kita untuk kita. Negara membuat jalan uangnya dari mana? Dari pajak kita. Buat stasiun, bandara uangnya dari mana? Dari pajak kita. Untuk siapa? Untuk kita-kita juga (terlepas implementasi nyata di lapangan apakah ada yang ‘nyelip’ di kantong orang atau memang benar terjaga).
.
Kembali ke sedekah, harta yang kita sedekahkan juga akan kita nikmati nantinya. Pernah lagi laper banget, uang di kantong sudah menipis, apa lagi di rekening, sedangkan tanggal gajian masih lama? Eeeh, terus temen ada yang ulang tahun terus kita ditraktir makan di restoran lalu perut kenyang. Naah, siapa tahu Allah membalas sedekah yang pernah kita lakukan di hari-hari kemarin yang bahkan kita sudah lupa. Kalau sudah urusan sama Allah, yakin 100% itu akan tersimpan dan terjaga seaman-amannya lebih dari Bank Swiss dan Allah akan mengurus seadil-adilnya.
.
Lalu, apa jadinya kalau kita kurang bersedekah? Sama seperti pajak. Kalau diaudit dan ketahuan ga bayar pajak padahal rumah seluas lapangan bola, mobil seharga rumah, koleksi mobil mewah sudah kayak koleksi mobil Hot Wheels berjejer di rak, bisa berabe urusannya. Belum dituduh korupsi, bayar denda dan hukum pidana menanti di depan mata. Ribet deh urusannya.
.
Sedekah pun sama. Tapi Allah ga perlu audit, bikin berita acara investigasi dan surat penangkapan. Semua sudah rinci Allah Maha Tahu. Allah punya cara-Nya sendiri. Salah satunya dengan Tax Amnesty’.
.
Loh, apa hubungannya sedekah dengan Pengampunan Pajak? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, TA itu adalah keringanan untuk WP yang belum melaporkan hartanya. TA dari Tuhan ini juga bekerja dengan sistem yang sama. Allah memberikan kita ‘keringanan’ karena kita mungkin lupa untuk bersedekah, lupa memikirkan orang sekitar, lupa peduli dengan orang-orang yang membutuhkan. Pernah suatu ketika kita sudah beli tiket untuk jalan-jalan ternyata tiba-tiba pas Hari-H kita ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan dan harus cancel tiket dengan uang refund yang tidak 100%? Atau tiba-tiba kita harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk suatu hal yang tidak kita rencanakan sama sekali (dalam konteks yang kurang mengenakan)? Itulah saat Allah sedang membuat kita ‘bersedekah’ dengan cara-Nya.
 .
Kita sedang ditegur oleh Allah bahwa ada sebagian harta kita yang belum kita sedekahkan. Allah memberikan kita pengampunan karena mungkin bagian yang seharusnya kita bersihkan itu lebih besar dari ‘sedekah’ yang kita keluarkan.
 .
Seperti yang sama alami bulan ini. Di awal bulan, rencana saya jalan-jalan setelah sidang skripsi batal karena harus ikut yudisium. Padahal rencana trip ini sudah dibuat 3 bulan sebelumnya. Tiket dan penginapan sudah dipesan. Ternyata harus batal H-seminggu. Kenapa pula yudisium hari Sabtu yang biasanya di hari kerja? Pas pula dengan hari saya take-off! Tepat hari ini, saya harus beli charger laptop karena adaptor-nya rusak ketika lagi charging dan ternyata mainboard laptop saya juga rusak dan harus di-service dengan biaya yang tidak sedikit. Ditambah bulan ini tabungan sudah terkuras demi bayar-bayar urusan skripsi (penelitian, sidang dan perintilannya) dan income yang juga lagi seret-seretnya. Gimana ga gedeg?
 .
Hhhh… Setelah saya merenung (ceilah), saya menyadari ternyata saya kurang bersedekah akhir-akhir ini. Saya terlalu memikirkan berapa pendapatan yang harus saya dapatkan tanpa memikirkan berapa yang harus saya sedekahkan. Kurang care sama keluarga karena urusan skripsi. Kurang care juga sama temen-temen karena skripsi juga (Skripsweet banget dah ini!). Allah menegur saya dengan cara yang begitu indah. Alhamdulillah, Allah masih memberi saya sebuah amnesti karena saya tahu uang yang seharusnya saya sedekahkan itu larinya jelas kemana.
 .
Jadi, temen-temen, jangan lupa sedekah yaaah… Sedekah itu membersihkan harta kita dan membuat bahagia hati kita. Lihatlah senyum orang-orang yang kita bagi. Lihatlah senyum ibu dan ayahmu saat kau pulang ke rumah membelikan makanan kesukaan mereka. Lihatlah senyum adikmu saat kau memberikan uang saku tambahan kepadanya. Lihatlah senyum teman-teman saat kamu membawakan makanan meskipun hanya sekantong gorengan. Lihatlah senyum seorang pengayuh becak saat kau memberikan sebuah nasi bungkus untuk sarapan. Lihatlah senyum seorang pemulung yang baru pulang saat kau memberikan sekotak nasi untuk makan malam. Lihatlah senyum mereka dan tanpa sadar kau juga akan tersenyum dengan tulus. Karena kita bahagia saat berbagi.
 .
So guys, bersedekah, yuk!
.
syarat dan ketentuan sedekah

What are you thinking about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s