[MUST WATCH!] Belajar Psikologi dari Dr. Frost

Dr._Frost-p1Berawal dari notifikasi ada webtoon terbaru di webtoon Indonesia berjudul Dr. Frost, ternyata webtoon ini sudah diangkat menjadi drama Korea di tahun 2014 akhir dengan judul yang sama. Tema yang dibawakan adalah PSIKOLOGI, sebuah bidang yang sedikit-banyak gw minati sedari SMP. Baca 3 chapter awal ternyata seru juga. Semacam Lie to Me-nya tv series dari US, bisa melihat kepribadian seseorang dari mikro ekspresinya. Cuma kalau Carl Lightman memang pekerjaannya seorang dokter dan punya perusahaan tentang mikro ekspresi, Frost ini bekerja sebagai bartender di sebuah bar bernama Mirror Bar.

Langsunglah gw cusss mencari link streaming-nya. Lagi ga mau donlot soalnya kapasitas HDD laptop gw lagi kritis. Ternyata cuma 10 episode! Katanya kalau drama adaptasi dari webtoon itu ga terlalu banyak episodenya. Syukurlah, jadi skripsi gw ga terlalu terbengkalai gegara nonton ini *alasan*.

Ketika sedang merebaknya tema psikologi di k-drama seperti Kill Me Heal Me dan Hyde, Jekyll, Me yang mengangkat dissociative identity disorder (awalnya dikenal dengan multiple personality disorder) atau kepribadian ganda, Dr. Frost ini menayangkan psikologi dari sisi yang berbeda. Banyak mental disorder lain yang dibahas dan ini memberikan angin segar bagi para penggemar k-drama. Meskipun di Indonesia, drama Dr. Frost kurang dikenal tapi mendapat rating yang sangat bagus, 95/100 di asianwiki.com.

Berdasarkan asianwiki.com, drama Dr. Frost sudah ditayangkan dari 23 November 2014 sampai 1 Februari 2015 sebanyak 10 episode di channel OCN. Drama ini berdasarkan webcomic series “Dr. Frost” karya Lee-Jong Bum yang di-publish pertama kali pada 2 Februari 2011 via naver.

drfrost
Karakter Dr. Frost drama vs webtoon

Sinopsis Alur:

Baek Nam-Bong dikenal sebagai Dr. Frost—karena sifatnya yang dingin dan rambutnya yang putih. Ia menjadi seorang profesor psikologi pada usia yang cukup muda. Ia menyelesaikan program doktoralnya dalam waktu setahun. Ia sangat jenius, tapi memiliki kesulitan untuk bersimpati pada orang lain karena cedera pada lobus frontalnya ketika ia kecil. Dan itu juga yang menjadi alasan mengapa rambutnya berubah menjadi putih pada usia muda. Pada siang hari, ia bekerja sebagai seorang konselor di pusat konseling sebuah kampus dan pada malam hari ia bekerja sebagai seorang bartender.

Baek Nam-Bong kemudian mulai bekerja dengan seorang asisten, Yoon Sung-A di pusat konseling. Yoon Sung-A sangat antusias terhadap klien yang membutuhkan konseling. Mereka berdua bekerja sama untuk menyelesaikan masalah orang-orang yang datang ke sana, termasuk membantu seorang detektif lokal, Nam Tae-Bong untuk mengungkap kasus-kasus kriminal.

Setelah menonton 4 episode selama 4 hari dari 6 episode sisanya secara maraton kemarin (yeah, gw menghabiskan waktu 6 jam kencan dengan Dr. Frost semalaman, hahaha), ada beberapa bagian yang mengambil konsep dari tv series favorit gw, yaitu Lie to Me dan SHERLOCK BBC. Gimana ga makin anteng gw depan laptop untuk namatin drama ini?

Naah, dari 10 episode ini, gw banyak mendapat pengetahuan tentang mental disorder yang awalnya gw hanya tau beberapa, seperti OCD (Obsessive Compulsive Disorder), schizophrenia, claustrophobia, bipolar disorder, dan multiple identity disorder.

Berikut mental disorder yang dibahas di k-drama Dr. Frost:

1. Narcisstic Personality Disorder

Narcissistic personality disorder
Kenapa kamu ganteng banget sih, diriku?

Narcissistic personality disorder adalah perilaku di mana seseorang merasa sangat bangga terhadap dirinya sendiri dan memerlukan perhatian serta kekaguman dari orang lain. Kondisi ini lebih dikenal dengan narsisisme. Penderitanya merasa dirinya lebih hebat dari orang lain dan tidak memedulikan perasaan atau kondisi orang lain. Meskipun begitu, sebenarnya penderitanya sangat rentan terhadap kritik dan rapuh.

Penderita menganggap dunia berputar mengelilingi dirinya. Apabila dunia tidak bergerak sesuai keinginannya, mereka akan emosi dan marah yang hebat.

Orang yang percaya diri dan orang yang narsis sangat berbeda. Orang yang percaya diri tidak memandang rendah orang lain dan menganggap orang lain sama dengan dirinya. Mereka yang narsis akan mudah tersinggung jika dirinya tidak diperlakukan sebagai orang yang sangat “penting”.

Jadi, orang-orang yang senang foto-foto sendiri belum tentu ‘narsis’ loooh… Narsis secara psikologi itu lebih spesifik meskipun salah satu ciri-ciri narcisstic personality disorder ini adalah semua foto di ruangannya hanya tentang dirinya.

NPD 1, NPD 2

2. Delusional Disorder

Delusional Disorder
Itu apa? Dia siapa?

Waham atau delusi merupakan keyakinan palsu dan mengindikasikan sebuah abnormalitas yang memengaruhi isi pikiran seseorang. Keyakinan yang salah ini tidak dipengaruhi oleh budaya, latar belakang agama atau tingkat intelegensinya. Kunci dari delusi adalah penderita percaya jika keyakinannya itu benar, memegangnya dengan teguh dan tidak peduli jika ada bukti-bukti bahwa ternyata ia salah.

Pada drama dr. Frost, penderita delusi ini sangat memuja seorang artis sekaligus memiliki kecemburuan yang tak terkontrol sampai-sampai ia mengira kalau ia adalah artis tersebut. Dan untuk menjadi artis tersebut, ia harus membunuh artis yang asli. Kalau udah masuk ke delusi tahap ini, udah parah banget soalnya berhubungan dengan tindak kriminal. Tapi kalau delusi semacam gw yang muncul ketika nonton SHERLOCK kalau Benedict adalah abang gw mah ga apa-apa, hahaha…

Delusional Disorder

3. Blackout

Blackout
Telerrrr

Blackout adalah hilangnya ingatan sementara yang diakibatkan karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol, banyaknya jumlah alkohol yang diserap oleh otak membuat otak jadi tidak mampu menyimpan ingatan. Memori yang hilang akibat blackout tidak bisa disembuhkan bahkan dengan hipnosis sekalipun karena otak tidak menyimpan memori apapun.

Sebenarnya ini bukan mental disorder sih, tapi ini tema episode 2 Dr. Frost. Seseorang yang menjadi kunci sebuah kasus pembunuhan (menjadi tersangka karena ada jaket miliknya di TKP) tidak bisa mengonfirmasi apakah ia pelakunya atau bukan karena pada saat kejadian ia mengalami blackout.

Makanya, jangan pernah menyentuh minuman keras yaah, apalagi minum sampai mabok. Inget lirik Bang Rhoma Irama “Mirasantika? No way!”

Blackout

4. Smile Mask Syndrome

Smile Mask Syndrome
Joker’s smile

Smile Mask Syndrome adalah gangguan mental yang diakibatkan karena terlalu sering tersenyum palsu. Kelainan ini dikemukakan oleh psikiater asal Jepang, Makoto Natsume. Ia menyadari sesuatu ketika menangani beberapa pasien—terutama wanita. Mereka melakukan sesuatu hal yang creepy: tersenyum dengan cerah dan permanen! Mereka tetap tersenyum tanpa tergoyahkan bahkan ketika menceritakan beberapa kejadian paling buruk yang pernah mereka alami.

Smile in bitterness? No. It seems like Joker’s smile.

Ternyata, para pasien ini bekerja di sebuah perusahaan jasa yang membutuhkan ‘senyuman’ sebagai modal mereka mempertahankan pelanggan. Para pegawai dilatih untuk tersenyum sepanjang mereka bekerja. Mereka melaporkan kepala mereka pusing dan sakit pada otot wajah, tapi Natsume berpikir bahwa ada hal yang lebih dalam daripada ini.

“Itu juga disebut sebagai Masked Depression (Depresi Terselubung). Walaupun dari luar kau tampak tersenyum tapi sebenarnya di dalam kau merasa menderita,” ujar Dr. Frost.

Sung-A pun memberikan pendapatnya. “Dari luar mereka tampak sangat sempurna, tapi apa yang sebenarnya mereka pikirkan dalam pikiran mereka. Mereka harus selalu tersenyum bahkan sekalipun pelanggan bersikap jahat pada mereka. Rasanya pasti menjengkelkan.”

Naah, siapa bilang ‘Selalu tersenyum dalam kepahitan’ itu quote yang bikin tegar? Salah salah keseringan malah menderita kelainan ini looh.

SMS

5. Erotomania

Erotomania
Dia juga cinta aku koo…

Erotomania atau biasa dikenal dengan sebutan de Clerambault’s syndrome merupakan suatu bentuk gangguan kepribadian yang membuat para penderitanya memiliki keyakinan yang merupakan delusi bahwa ada seseorang, biasanya yang memiliki status sosial lebih tinggi (misalnya selebritis, orang terkenal, atau public figure yang lain), memendam perasaan cinta kepada si penderita. Namun orang-orang biasa pun bisa menjadi objek seorang erotomania.

Dalam tahap yang parah, erotomania tak perlu kontak langsung dengan seseorang untuk menyangka orang itu jatuh cinta padanya. Ia bisa saja mengagumi seorang aktris di televisi, dan menganggap semua yang dikatakan sang aktris di televisi ditujukan pada dirinya. Ia pun merasa diperhatikan dan menganggap sang aktris jatuh cinta padanya.

Beda-beda dikit sama kegeeran (GR). Kalau hanya sekedar GR, kita akan cepat melupakannya. Tapi kalau udah sampai tahap erotomania ini, penderita akan terus menumpuk dan mengembangkan fantasinya sedalam mungkin sampai ia yakin bahwa orang itu adalah pasangan hidupnya dan harus sehidup semati bersamanya. Iiih, ngeriiii!

Erotomania

6. Borderline Personality Disorder

Borderline Personality Disorder
Pergi! Eh, jangan pergi…

Borderline Personality Disorder (BPD) adalah penyakit psikis yang ditandai dengan ketidakseimbangan emosi. Oleh karena itu, BPD juga disebut emotional intensity disorder, unstable personality disorder.

Penderitanya sangat sulit mengendalikan emosi. Hal-hal kecil dapat membuat penderitanya marah besar. Namun setelah itu, ia akan mengalami frustasi dan tekanan stress. Penyakit ini hampir belum dikenali oleh masyarakat banyak.

Ciri utama dari BPD adalah adanya ledakan amarah karena hal-hal kecil. Orang yang tidak mengerti mungkin melihat aneh hal tersebut. Penderita BPD seperti orang yang kurang waras. Padahal di dalam sana, penderita mengalami depresi berat karena gejolak emosi yang mendidih tersebut. Di saat-saat depresi seperti itu, mereka merasa sepi, sendiri, tiada teman yang mengerti, menyesal, marah, menangis, menjerit, ingin bunuh diri, semuanya bercampur aduk dalam satu waktu. Gejala emosi seperti ini bahkan lebih parah daripada swing mood yang diderita penyandang bipolar disorder.

Penderita BPD takut ditinggal oleh orang paling penting dalam hidupnya. Dalam drama ini, disebut sebagai ‘matahari’. Penderita takut jika ‘matahari’-nya pergi dan akan melakukan apapun agar hal itu tidak terjadi—padahal sebelumnya ia bisa saja menyakiti ‘matahari’ tapi langsung menyesal sampai memohon-mohon seketika jika diancam akan pergi.

Semacam mencintai tapi menyakiti.

BPD

7. Social Phobia, IBS (Irritable Bowl Syndrome)

Social Anxiety Disorder
Apakah mereka benci aku?

Social Phobia dikenal juga dengan Social Anxiety Disorder (SAD) atau ganggungan kecemasan sosial. Merasa gugup dalam beberapa situasi sosial merupakan kondisi yang normal, tapi pada penderita SAD, interaksi sosial sehari-hari pun dapat menyebabkan ketakutan ekstrim. SAD adalah suatu kondisi kesehatan mental kronis yang menyebabkan kecemasan irasional atau takut berada di tempat umum yang ramai. Biasanya juga memiliki ketakutan bahwa akan mempermalukan atau menghina diri sendiri jika berada di tempat umum.

Penderita SAD di drama ini adalah seorang mahasiswa yang takut untuk mengajak wanita yang disukainya untuk makan di luar. Ternyata ia juga takut untuk berbicara di depan orang banyak. Ketika kecemasannya muncul, perutnya nyeri dan ia harus segera ke kamar mandi. SAD dapat juga menjadi pemicu IBS. Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah gangguan usus, yang menyebabkan perut sakit, kram atau kembung, dan diare atau sembelit.

Sung-A memberikan treatment pada mahasiswa ini dengan cara ia harus menyebar kuisioner pada orang lain yang tidak dikenal. Katanya, penolakan yang dialami terus-menerus dapat membuat mentalnya kuat dan SAD dapat diatasi. Namun, ini sebenarnya adalah agar mahasiswa ini dapat berani berinteraksi dengan lingkungannya. Tapi bener juga sih, orang yang udah keseringan ditolak (apalagi ditolak cewe) cenderung lebih tegar, hmm…

Social Phobia, IBS

8. Stockholm Syndrome

Stockholm syndrome
Kamu sering nyakitin aku, tapi kamu baik…

Stockholm syndrome adalah kumpulan gejala psikologis di mana seorang tawanan atau tahanan mengekspresikan empati dan simpati serta memiliki perasaan positif terhadap orang yang menangkap atau menyiksanya. Bahkan, pada beberapa hal tertentu korban juga tidak enggan untuk membela orang yang berbuat jahat kepadanya. Atas nama cinta, mereka kerap membenarkan alasan perbuatan orang tersebut.

Ada beberapa tanda yang bisa dilihat apakah seseorang terkena sindrom ini atau tidak. Tanda yang sangat jelas adalah adanya perasaan positif terhadap pelaku tapi sebaliknya memiliki perasaan negatif terhadap keluarga atau teman yang mencoba menolongnya. Ia akan merasa penolongnya itu jahat ketika mereka mencoba untuk memisahkannya dari pelaku. Ketidakberdayaan ini terjadi karena adanya rasa takut yang sedemikian besar pada sang korban. Ini membuat kemampuan berpikir logis dan rasionalnya terhambat sehingga terjadi mekanisme defensif untuk melindungi diri sendiri.

Kalau dibiarkan, kemungkinan korban mengalami siksaan yang lebih berat sangatlah besar. Kalau di orang-orang di sekitar kalian ada yang mengalami sindrom ini, segera tolong mereka dan jangan menyerah.

Stockholm Syndrome

9. Ripley Syndrome

Ripley syndrome
Kebenaran atau kebohongan?

Ripley syndrome adalah sindrom ketika penderita memercayai kebohongan sebagai kebenaran dan hidup di dalamnya. Ia sudah tidak dapat membedakan lagi yang mana kebenaran dan yang mana hanya kebohongan. Tidak ada batasan baginya, kedua hal itu saling campur aduk. Bahkan, saking percaya dan yakinnya akan kebohongan yang ia buat, kebohongannya tidak bisa dideteksi oleh alat lie detector sekali pun karena ia merasa itu benar adanya.

Nah loooh, bingung ga kalau ketemu orang yang terkena sindrom ini? Kita ga tau kehidupannya apakah benar atau hanya kebohongan belaka.

Ripley Syndrome

10. False Memory Implant

False Memory Implant
Please, insert new memory

Ini juga bukan merupakan mental disorder di drama ini tetapi merupakan main theme dari episode 5 – 10. False memory implant atau penanaman ingatan palsu merupakan eksperimen yang dilakukan oleh psikolog Elizabeth Loftus untuk membuktikan bahwa kita dapat mengingat sesuatu yang sebetulnya tidak pernah terjadi dengan cara menanamkan memori palsu pada partisipan studi.

Elizabeth F loftus, Ph.d dan Jacqueline E Pickrell, BA dalam tulisannya tentang The Formation of False Memory, melakukan eksperimen dengan apa yang mereka namakan Lost in Shopping Mall. Intinya adalah beberapa sukarelawan di berikan ingatan palsu lewat beberapa induksi yang mengatakan bahwa pada saat kecil mereka pernah hilang di sebuah pertokoan dan ditemukan disana. Mereka sangat meyakini itu bahwa dirinya pernah hilang pada saat kecil di pusat pertokoan.

Pada drama Dr. Frost, ingatan palsu ditanamkan pada seseorang agar ia melakukan aksi bunuh diri atau melakukan pembunuhan dengan memanfaatkan trauma di masa lalu mereka. Iiih, kebayang ga sih psiko-nya orang yang tega memanipulasi orang-orang yang ga bersalah ini hanya untuk balas dendam? Eksperimen ini juga menjadi dasar film Inception.

FMI 1, FMI 2

11. Amnesia Retrograde

Amnesia retrograde
Aku tidak ingat…

Amnesia retrograde, yaitu jenis amnesia di mana penderitanya tidak bisa mengingat informasi masa lalu sebelum periode atau tanggal tertentu. Contohnya, kehilangan ingatan sebelum tanggal menjalani operasi besar atau mengalami kecelakaan.

SPOILER!

Dr. Frost ternyata mengidap amnesia ini. Ia tidak dapat mengingat masa lalunya sebelum mengalami kecelakaan mobil bersama keluarganya yang menyebabkan cedera di lobus frontalnya, bagian otak yang mengatur emosi. Memori pertama yang ia ingat adalah ketika ia berada di sebuah mobil yang terbalik dan seseorang menyelamatkannya. Lama-lama gw kasian juga sama profesor yang satu ini. Tegar tapi rapuh di dalam.

Amnesia Retrograde

.

.

Oke, cape juga ternyata gw ngetik dan bolak-balik buka-tutup copy-paste tab browser. Lumayan banget kaaan ilmu yang didapet dari nonton drama ini. Ga sia-sia lah menghabiskan 10 jam untuk mantengin aktingnya Dr. Frost yang kadang nyebelin kadang bikin gregetan ini. Di akhir episode akhirnya Dr. Frost bisa mengeluarkan salah satu emosinya. Emosi apa, hayoooo? Nonton sendiri aja yaah, hehehe…

Yang gw masih bingung, kerjaan Dr. Frost di Mirror Bar cuma ngelapin gelas-gelas ajah. Emang ada berapa puluh gelas sih, ga beres-beres dilap mulu, prof?

cleaning glass
Berapa gelas lagi yang harus dilap, prof?

Overall, gw kasih nilai 9,5 dari 10! Must watch and recommended drama for you who like criminal, thriller and psychology drama! Apalagi kalau berhasil ngeliat senyumnya Dr. Frost yang lempeng ini. Urgh, his smile is too precious to miss, hahaha…

Lanjut baca webtoon-nya aaah~


7 thoughts on “[MUST WATCH!] Belajar Psikologi dari Dr. Frost

  1. HUaaa acil, aku juga baca nih di webtoon. Kece banget . Baru tau klo udh ada mini serinya.
    Mau linknya donk cil. Jadi penasaran nonton langsung.

  2. Ka, mau tanya dong episode tentang mahasiswa yang social phobia itu di drama koreanya episode berapa??

  3. frost ga cuma ngelapin gelas kok..tp jg bwt magnet ciwi2 biar dtg k sono n kadang membantu pelanggan yg kadang bermasalah *biasanya pasangan.
    tp itu versi webtoonny sih..
    mgkn di kdrama g tll sitampilin krn fokusnya yg terkait gn crime, bkn yg kehidupan sehari2 kaya di webtoon.
    btw, yg tentang borderline ada di episode brp ya? aq dah nonton ampe finale, tp kok ga ngeh ada dibahas borderline?

    1. Kalau di webtoon-nya, Frost emang jadi daya tarik dari Mirror Bar-nya, cool-cool bikin penasaran memesona gitu, hehehe…

      Borderline itu dibahas di episode 6, flashback yang ngebahas tentang Song Ul, adiknya Song Sun (temennya Frost)…

What are you thinking about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s