#NR2015 D15: Aku… Pulang…

stock-footage-men-s-hand-open-the-door-slowly-horror-scene-and-subsequently-closes

‘Sudah pukul dua pagi.’

Ben melihat arloji di tangan kanannya lalu menghela napas. Pekerjaannya hari ini cukup merepotkan. Abang memintanya untuk menyusun penjagaan untuk dua hari ke depan, tapi anak-anak itu agak sulit diatur. Terpaksa ia bekerja ekstra agar mereka mau menuruti perintahnya. Semakin cepat pekerjaannya beres, maka semakin cepat pula rencana itu terlaksana.

Langkahnya satu-satu bergema di sepanjang lorong apartemen yang sudah sepi dengan penerangan yang remang-remang. Ia sedikit kesulitan mencari kartu kunci di tas ransel lusuhnya lalu menempelkannya pada pintu. Setelah terdengar suara klik, ia membuka gagang pintu, kemudian berkata,

“Aku… pulang…”

.

“Selamat datang, Ayah!” Arka, si sulung, yang pertama kali menyambut kedatangan Ben tepat saat ia membuka pintu. Arka langsung menghambur ke dalam pelukan ayahnya.

“Hei, Jagoan! Bagaimana keadaan rumah? Aman terkendali?” tanya Ben setelah mencium pucuk kepala putranya yang berusia delapan tahun itu.

“Lapor! Rumah dalam keadaan aman dan terkendali! Laporan selesai!” Arka memberi sikap hormat seolah ia sedang melapor kepada komandan polisi.

Ben membalas hormat itu. “Laporan diterima. Kembali ke tempat.”

Tingkah mereka berdua disambut gelak tawa dari anak dan istirinya. Ben memeluk Fia, anak keduanya.“Hei, putriku! Apakah Mas Arka sudah menjaga kalian dengan baik selama Ayah tidak ada?”

Fia mengangguk. “Ayah, mengapa pulangnya lama sekali? Fia kangen…”

Ben tersenyum mendengar perkataan putrinya itu. “Ayah juga kangen sekali dengan kalian semua. Tidak ada waktu sedetik pun terlewat untuk selalu memikirkan kalian.”

Ben melonggarkan pelukannya untuk mengambil sesuatu dari tas ransel. Sebuah kantung plastik putih. “Mas Arka, tolong buka plastik ini.” Lalu Arka dengan sigap mengambil plastik itu dari tangan ayahnya.

Matanya berbinar begitu melihat yang terdapat di dalamnya. “Keren! Ayah, ini keren sekali! Terima kasih!” Satu set miniatur helikopter siap rakit berada di tangannya. Arka mengambil kotak kedua. “De Fia, kau harus lihat ini!” Karena penasaran, Fia melepaskan pelukannya dari sang ayah dan bergegas menuju kakaknya.

“Ayah, terima kasih!” Ucapan Fia tak kalah bahagia dengan Arka. Ia memeluk satu set ensiklopedia untuk anak-anak yang masih tersegel rapi dalam kotak.

Ben tersenyum amat bahagia melihat anak-anaknya sekarang sudah sibuk masing-masing dengan hadiah mereka.

“Selamat datang, suamiku.” Sophia, istrinya tercintanya, berjalan mendekati suaminya lalu disambut dengan pelukan yang lembut oleh Ben. Ben mencium kening Sophia dan menatap dalam-dalam kedua mata istrinya dengan sarat kerinduan. Sophia pun membalas dengan tatapan yang sama. Keduanya tersenyum. Ben tahu istrinya dalam keadaan sangat baik meski harus ditinggalkan olehnya selama dua minggu kemarin.

“Ah, iya!” Tangan lelaki itu mengelus pelan perut istrinya yang sudah membesar. “Bagaimana kabar calon jagoan kita ini?”

Sophia mengelus-elus perutnya. “Ia sudah mulai menendang, Yah. Coba kaurasakan. Biasanya ia mulai sangat aktif jam-jam ini.”

Ben memegang perut istrinya, merasakan tendangan-tendangan halus di telapak tangannya. Raut bahagia terpancar jelas di wajahnya. “Kami sudah tidak sabar menyambut kedatanganmu empat bulan ke depan, jagoan kecil!”

“Kau belum makan?” tanya Sophia. Ben menggeleng. “Aku sudah memasak tumis kangkung kesukaanmu. Mas Arka, De Fia, simpan dulu mainan dan buku kalian! Ayo, kita makan malam bersama Ayah!”

Dalam sekejap, meja makan penuh dengan senyuman dan tawa.

.

Ucapan ‘Selamat datang’ hanya ada di imajinasinya. Sambutan hangat anak-anak dan istri tersayangnya hanya ada dalam bayangan semunya. Karena yang menyambutnya sekarang hanyalah ruangan gelap dan kekosongan.


2 thoughts on “#NR2015 D15: Aku… Pulang…

  1. kenapa—ini—–plot twist sekejam ini—-kirain kenyataan ;;;;;;;;
    cie banget nama-namanya Kaaaaak //////
    tapi bener, syok. Abang Beeeeennn ;;;;;;;; #peyuk

What are you thinking about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s