#NR2015 D1: Bule Belanda yang Cinta Angkot

Gw mau nantang diri gw sendiri dalam hal menulis dengan mengikuti challenge #NulisRandom2015 atas postingan facebook-nya Ambu Dian dan ngelink ke grup NulisBuku Community.

image

It’s so challenging! I think. Dengan adanya tantangan ini, gw bisa menguji kekonsistensian gw dan limit imajinasi gw *nengok ke utang fanfic yang belum beres* *nyengir agak berdosa*

Karena ini temanya random thought, jadi mungkin tulisan gw ke depan bener-bener akan random, entah itu pengalaman absurd gw, fanfic colongan, curhat baperan, atau apapun lah yang kepikiran.

So, for the first post, here we go~

His name is Mr. Abel and he was my teacher in English Course. He is from Holland. He really liked to tell us a story from his hometown. He spoke a lot until my friends and I just sit down calmly and heard his story with sleepy eyes, hahahaha….

Naah, itu sekilas perkenalan singkat tentang guru gw di tempat les bahasa Inggris. Dia nih bule londho (read: Belanda, bahasa orang jaman dulu) asli imporan negeri kincir angin. Dia udah tinggal lebih dari 10 tahun meeen di Indonesia. Sampe pindah kewarganegaraan malah. Tinggal di Bogor 8 tahunan klo ga salah. Kerjaannya music producer *jebajebajeb* *ckitckitttt*.

Pas suatu sesi, temen gw, Ayu nanya tentang Holland dan perbandingannya dengan Bogor.

Ayu: “Mister, in Bogor, there are a lot of traffic jams everywheeeeere! How is about your hometown in Holland?”
Mr. Abel: “Yeah, I agree with that. But, Bogor is better than Holland.”
All: *ga percaya gitu*
Mr. Abel: “There is no traffic jam in Holland because the public transportations are not so many like here. Especially the bus. And the bus schedule? Meh, I hate it! They are often not on time! If you miss your bus, you have to wait loooooong time to get the next bus!”
All: *masih merhatiin serius*
Mr. Abel: “Imagine that you are in hurry, but your bus ‘WUSSSHHH!!’ just runs in front of your eyes. Hhh, your teacher or your boss will be ready to kill you. But here, if you miss a public transportation (baca: angkot), you can take the others without delay. Lovely, isn’t it?”

Saya belum pernah ke Belanda sih, jadi cuma denger kata dia doang.

See? Orang bule aja cinta loh sama Bogor, terutama sama angkotnya. Padahal kita sendiri suka ngeluh kenapa angkot di Bogor itu banyak banget, terlalu semerawut dan suka seenaknya kalo nurunin penumpang. Well, sebagai pengendara motor, gw juga suka kesel sih sama angkot yang suka minggir tiba-tiba tanpa ngasih lampu sen.

Tapi, lihatlah dari sisi positifnya; angkot banyak banget jadi kita ga perlu nunggu angkot yang lain selama berjam-jam kalo kita lagi buru-buru.

Karena kebetulan sekali hari ini adalah hari ulang tahun Bogor yang ke-533, jadi mari kita bersama-sama berdoa agar kota kita tercinta semakin tertata jalanannya, terurai kemacetannya *terutama jalan baru, merdeka dan daerah dramaga*, semakin cerdas orang-orangnya, semakin amanah pemerintahnya dan semakin maju serta kreatif kotanya (οΏ£βˆ€οΏ£)

Note: saya telat post postingan ini, kerjaan di kantor lagi ga bersahabat jadi bikin perhatian terampas semuanya. Semoga buat D2nya on time.


2 thoughts on “#NR2015 D1: Bule Belanda yang Cinta Angkot

What are you thinking about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s