Naruto-ttebayo!

“DATTEBAYO!!

Siapa lagi yang memiliki teriakan khas itu selain Naruto?

Lagi pengen ngebahas tentang anime yang satu ini niih. Lagi seru baca fanfiction-nya, jadi keinget lagi deh sama Naruto.

“Udah gede masih ngomongin kartun aja…” Hehehe, kalo diliat dari umur sih emang udah ga pantes. Tapi kalo diliat dari postur tubuh, errr… masih pantes kok ._.v

Sebenernya, di kantor juga banyak yang suka looh, bahkan usianya di atas gw. Beda 3-4 taunan. Ada temen kantor yang pusing kalo kita lagi seru ngomongin chapter Naruto yang terbaru “Apa sih serunya baca komik? Mana gw ga ngerti lagi cara baca komik Jepang!” Naaah, di sini gw pengen ngejelasin alasan gw kenapa suka anime Naruto.

Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa komik hanya untuk konsumsi anak-anak aja. Benar tapi juga salah. Memang benar, karena komik kebanyakan untuk bacaan anak-anak, contoh: Doraemon. Tapi juga salah, karena sekarang banyak komik ber-rating T (Teenage) atau bahkan 17+ atau M (Mature) yang jalan ceritanya lebih complicated, mengandung adegan banyak muncratan darah, bahkan eksplisit menjurus pada adegan dewasa. Masa iya adegan seperti itu dibaca oleh anak-anak?

Naaah, menurut gw sih Naruto ini ber-rating T dengan genre Action. Untuk jalan cerita gw kasih nilai 9 dari 10! Karena gw suka cerita. Subjektif? Biarin, gw ini yang nilai, hehehe… Banyak pesan moralnya yang bisa kita dapet. Contohnya: Kegigihan Naruto untuk lulus ujian sebagai shinobi. Naruto itu murid yang malas dan bodoh, jurus dasar untuk membuat bunshin aja ga bertahan lama. Tapi, dia ga putus asa. Dengan terus berlatih dari jutsu-scroll (yang ternyata Jurus Terlarang, terus curian lagi!), Naruto akhirnya bisa menguasai jurus bunshin. Malah KAGEBUNSHIN NO JUTSU! Jurus seribu cloning bayangan yang amat sangat membutuhkan banyak chakra. Dan Naruto pun mendapatkan Konohagakure Hitae-ite. 

Terus tentang perkataan Obito: “Orang yang tidak menghargai temannya lebih rendah dari sampah!”

Adalagi tentang kegigihan Naruto untuk membawa pulang Sasuke yang sudah ‘salah arah’ itu. Gimana kerasnya perjuangan Naruto untuk membawa pulang dan mengubah pemikiran Sasuke yang isinya balas dendaaaaam melulu. Ga cape apa, To?

Masih banyak deh, baca dan resapi aja sendiri yaah, too many to tell soalnya :)

Untuk tokoh favorit, pilihan gw jatuh pada Hatake Kakashi dan Jiraiya. Iya gw tau, mereka berdua itu errrr… mesum -___- Tapi bukan itu kok yang jadi pointnya.

Hatake Kakashi
Terror Face Kakashi

Jounin yang satu ini memiliki ciri khas rambut yang berwarna perak dan Konoha Hitae-ite yang selalu menutupi mata kirinya. Mata kirinya adalah Sharingan pemberian Obito sebagai hadiah atas pengangkatan dirinya sebagai Jounin sebelum Obito meninggal. Kakashi selalu terlihat mengantuk dan tidak bersemangat. Kebiasaannya yang paling menjengkelkan adalah dia jarang datang tepat waktu. Alasan andalannya “Aku tersesat di jalan bernama kehidupan” atau “Di jalan aku bertemu wanita tua”. Hmmm… hampir mirip sama gw sih, hehehe *garuk-garuk kepala* Ngaret-ngaret banyak dikit gitu. Bukan maksud gw pengen ngaret kok. Cuma pas berangkat gw ada sedikit keperluan, terus sebelum buka pintu sepatu gw belum ditaliin, ditaliin dulu deh, udah gitu kan cuaca mendung mau ujan, gw ga bawa payung jadi harus nyari payung dulu di rumah. Gw lupa tempatnya di mana! Ngubek-ngubek rumah dulu, ketemu! Pas berangkat, dompet gw ketinggalan terus balik lagi ke rumah. Udah ngambil dompet, pas di jalan macet cet cet! Gw tidur, eeeh angkotnya kebablasan dan akhirnya gw tersesat di jalan bernama kehidupan. Kakashi: “Great! Two thumbs up!”

Jiraiya
Ero-Sannin Face Jiraiya

Jiraiya termasuk salah satu dari 3 Sannin legendaris bersama Tsunade dan Orochimaru. Dia adalah guru Namikaze Minato dan Uzumaki Naruto, guru 2 keturunan. Sifatnya bisa dibilang sama dengan Naruto waktu itu, ketika mereka berlatih mengambil lonceng dari Hiruzen, Jiraiya lah yang diikat di tiang, sama seperti Naruto. Jiraiya menguasai banyak jutsu, baik Ninjutsu, Genjutsu, Taijutsu, bahkan Fuinjutsu. Jiraiya juga senang menulis buku, salah satunya Novel dewasa “Icha-Icha Paradise” yang biasa dibaca Kakashi, dan buku pertamanya adalah “Kisah Ninja Pemberani” yang terinspirasi dari kata-kata Nagato, yaitu “Jika kedamaian memang ada, maka aku akan mencarinya sendiri, Aku tak akan menyerah”, Tokoh utama Buku itu adalah Naruto yang namanya dia dapat ketika sedang makan mie ramen.

The Three Icha-Icha Books

Alasan kenapa gw menyukai karakter mereka berdua adalah mereka tu CERDAS! Di balik sikap santai dan ngaretnya Kakashi, mesum dan jailnya Jiraiya, mereka menguasai banyak jutsu. Dan rasa memiliki kepada Konoha yang sangat tinggi. Diam-diam menghanyutkan gimanaaaaa gitu… Mereka berdua juga guru dari Naruto.

Urutan guru-muridnya seperti ini: Jiraiya >> Namikaze Minato >> Hatake Kakashi dan Jiraiya >> Uzumaki Naruto

Ini kata-kata Jiraiya terakhir sebelum meninggal waktu ngelawan Pein:

“Ukuran keberhasilan seorang shinobi bukanlah dilihat dari cara dia hidup. Tetapi bagaimana dia mati, tidak masalah dengan apa yang di lakukannya selama hidup, tetapi apa yang mereka lakukan sebelum mati yang membuktikan mereka sangat berjasa, memikirkan itu semua menjadikan ceritaku ini penuh kegagalan, Tsunade selalu menolakku, aku gagal menyelamatkan sahabatku, aku gagal melindungi guru dan muridku, dibandingkan dengan hokage yang hidup sebelum aku, semua yang ku lakukan ini sangat menyedihkan, aku ingin mati seperti mereka, sejak dulu aku telah menyimpulkan tentang bagaimana akhir dari hidupku, aku hidup dengan kepercayaan bahwa kelemahanku ini adalah penyebab kekacauan, kelemahanku itu yang membangun pribadiku menjadi seperti ini, dan sebagai imbalannya, Aku akan mendapat suatu warisan terbesar, yaitu sebuah petualangan terakhir dan mati selayaknya shinobi sejati, aku sangat menginginkan itu, tapi ini.. bukanlah jalan yang ku inginkan untuk mati, Tetua meramalkan bahwa aku akan memimpin sebuah Perubahan besar, akan lahir seorang shinobi yang akan menentukan nasib dari dunia shinobi, dan aku harus mengambil keputusan besar. Dan ketika waktunya telah tiba aku telah memutuskan untuk mengalahkan Pain, menghentikan Akatsuki , dan menyelamatkan dunia dari kehancuran, tapi ternyata itu semua hanya menambah panjang daftar kegagalanku. Menyedihkan……… ini bukanlah akhir yang aku inginkan, dari kisah jiraiya yang gagah berani, menulis cerita ini hanya membuang waktu saja. Sekarang aku ingat akulah yang memberi nama itu, Naruto kau benar-benar tumbuh seperti tokoh utama dalam buku itu, seperti orang tuamu, seperti yang di inginkan Minato dan Kushina, Tapi aku…….. Tidak pernah menarik kembali kata-katamu, tidak pernah menyerah terhadap semua tantangan yang kau hadapi, karena itu adalah jalan ninjamu! dan aku ini adalah gurumu ,aku tidak boleh mati seperti ini, karena jalan ninja seorang murid harus di miliki gurunya juga ya kan naruto? Pantang menyerah itulah keputusan yang ku ambil, Naruto kau adalah anak yang di takdirkan aku tahu itu selanjutnya . Ku serahkan padamu!”


What are you thinking about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s