#curhatPKT 3: Oksalat Oplosan dan NaOH Gelonggongan

Wellwellwell, udah lama yah ga ketemu ama gw? kangen gaaa? *ngasih mik*

Karena (lagi-lagi) tugas sekolah gw yang seabrek itu dan karena kekeblukan gw dalam hal tidur-menidur *eh, akhirnya banyak postingan yang harus ter-delay beberapa saat, maaf yaaah… =P

Okeeeh, postingan ini juga ditulis pukul 07.56 tanggal 20 Oktober 2011 pada saat gw lagi belajar wt ulangan APL (Analisis Parameter Lingkungan) dan Farmasi… Ini demi kalian lho gw rela ga belajar! Inget itu! *minta digebugin* *just kidding* Lagi cape aja gw belajar mulu, harusnya gw itu udah SEMESTER 1 DI BANGKU KULIAH! Tapi, tapi, ya sudahlah ga usah dibahas, kan postingan ini mau ngebahas PKT gw *mulai ngaco*

Ok, let’s begin!

Salah satu parameter analisis pupuk adalah kadar Nitrogen total… Apa itu nitrogen? Apa fungsinya? Yapp, gw akan menjelaskan sekilas tentang nitrogen pada pupuk ini… Nitrogen itu berguna untuk merangsang pertumbuhan batang, daun, akar, cabang, dan semua bagian tumbuhan (kecuali buah), merupakan unsur makro yang sangat penting bagi tanaman karena diserap dalam jumlah yang cukup besar…

Naah, salah satu metode penetapan Nitrogen ini adalah metode KJELDAHL (baca: jeldal)… Jadi si sampel kita destruksi dengan asam sulfat pekat dan suhu 550 derajat C sampe warna larutannya kuning jernih di dalam labu kjeldahl…

 
Destruksi
asapnya banyak banget!

Kira-kira 1-2 jam prosesnya, tujuannya adalah mengubah semua Nitrogen organik menjadi bentuk anorganiknya (NH4)2SO4… Udah gitu kan dimasukkin ke dalam labu ukur 100 mL trus dipipet 10 mL trus didestilasi, naah penangkapnya itu yang kita pake adalah HCl trus dititar pake NaOH…

Misteri Lab TUK terjadi di sini…

Kita harus standarisasi NaOHnya donk pake asam oksalat… Hari pertama kita ga sempet standarisasi karena ga cukup waktunya, hari kedua kita destilasi dan titrasi lagi (duplo)… Karena di Lab TUK ga ada, kita minta ke gudang… Dikasihlah 2 gram sama gudang… Trus kan NaOHnya kita bikin sendiri dari peletnya kita buat 0.1N, asaan udah bener ngitung bobotnya berapa diencerin berapanya… Kelebihan dikit nimbang mah paling beda 0.1-0.2 N kisarannya… Oksalatnya juga udah bener ngitung dan ngelarutinnya… Eeeh, itu kenapa pas kita standarisasi cuma 1 mL NaOH sedangkan kita mipet 10 mL oksalat?? Trus pas kita ngitung jadi 1N?? *tanda tanya mulai muncul* 

Okeeh, mungkin ada yang salah waktu kita destilasi dan titrasi… Oke, dilakukanlah triplo dan tetraplo destilasi dan titrasi… Trus kita buat NaOH 0.1 N yang baru… Kita standarisasi lagi… Dan hasilnya:

SAMA!!!

Gw nanya ke PKT 3, ko bisa yah? Eeh, kata mereka apa, “Kita udah tau dari kemaren-kemaren kali cil, telat lu! Udah kita sebut Misteri Lab TUK, kelompok yang lain juga sama. Kayaknya NaOHnya GELONGGONGAN tuh, oksalatnya juga OPLOSAN.” Gw, “-____-”

Minggu depannya kita melakukan pentaplo dan heksaplo (ini 6x mameeen!) dengan NaOH baru dan oksalat yang ngambil dari Lab AKT… Kita jagain tuh destilasi dan teliti banget pas titrasi dan standarisasi… Dan akhirnya bener juga tuh normalitas NaOHnya! *sekelompok jingjingkrakan di Lab TUK*

Sampe sekarang masih menjadi misteri: APAKAH BENAR NaOH DI LAB TUK ADALAH GELONGGONGAN DAN OKSALAT DARI GUDANG ADALAH OPLOSAN???

Penampakan oksalat oplosan

What are you thinking about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s